Terus Bergerak

Oleh : Samsudin Fajri. (Pendidik SDIT DhiaEl Widad)

Untuk memulai tulisan ini ada beberapa analogi yang akan saya sampaikan untuk mempertajam makna dari judul tulisan ini.

Ditemukannya sumber air zam-zam yang sampai hari ini tidak pernah berhenti mengalir diawali dengan bagaimana Ibunda dari Nabi Ismail yakni Siti Hajar dalam berjuang untuk mencari mata air yang akan diberikan pada Nabi Ismail kecil yang menangis karena kehausan. Yang dilakukan Siti Hajar adalah terus bergerak berjalan naik turun gunung shofa dan marwa karena melihat oase yang nampak seperti sumber air ketika terkena sinar matahari.
Namun setiap ia sampai pada oase tersebut tidak di temukan sumber air yang dicari.

Hal itu tidak pernah menyurutkan semangat dari Siti Hajar untuk terus mencari sumber air. Alih-alih terus mencari, ternyata sumber air itu datang dari hentakan kaki Nabi Ismail yang ia tinggal diatas pasir.

Analogi kedua ialah tentang sebuah olahraga yaitu sepak bola. Permainan sepak bola terdiri dari 11 pemain yang masing-masing memiliki fungsi dan tugas yang berbeda. Walaupun dengan fungsi dan tugas berbeda, setiap pemain memiliki tujuan yang sama dan harus terus bergerak untuk mendapatkan bola serta mendapatkan posisi yang tepat untuk mencetak gol.

Tugas utama untuk mencetak gol ada pada posisi seorang striker.
Jika seorang striker tidak memiliki kemampuan yang baik maka sulit untuk mencetak gol. Ia harus cekatan dalam menempatkan posisi saat menerima umpan. Oleh karenanya, ia harus terus bergerak keluar dari tekanan kawalan dari seorang bek lawan agar bisa mendapatkan posisi yang baik, untuk menerima umpan dan akhirnya mencetak gol.

Nah…dari dua analogi tadi, apa yang terbersit dalam pikiran sahabat semua? Silakan dijawab masing-masing!

Menurut Penulis, teruslah bergerak seperti Siti Hajar tanpa mengenal lelah mendaki gunung demi mendapatkan sumber air. Karena dengan cara itu, ia terus berusaha dan Allah SWT takdirkan sumber air keluar dari hentakan kaki Nabi Ismail. Dan bahkan sampai saat ini karena peristiwa itu menjadi salah satu rukun haji yang kita kenal “Sa’i”.

Teruslah bergerak bak seorang striker dengan berlari dan berpindah tempat untuk membuka peluang agar dapat mencetak gol. Karena jika berhenti serta monoton pada satu tempat maka kita tidak akan mendapatkan peluang walau itu kecil.

Saat ini apapun posisi atau pekerjaan anda, baik dalam keluaraga, sebuah instansi atau bahkan dalam sebuah lembaga. Yang harus kita lakukan ialah bergerak dalam artian berupaya untuk terus berinovasi, belajar, pantang menyerah, munculkan ide/gagasan dan munculkan kreatifitas apapun yang bisa kita lakukan.

Jadikan kegagalan sebagai sebuah proses belajar dan mematangkan kemampuan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

Karena dengan cara itu, semoga Allah SWT mentakdirkan jalan hidup kita pada sebuah kebaikan akhirat dan dunia berkat usaha dan doa kita selama ini. Amin amin ya robbal alamin.

Dhiaelwidad.com / Samsudin Fajri
Pendidik SDIT Dhia El Widad

0Shares