Sedih Saat Berjumpa Ramdhan

Oleh : Hamni Azmi

Ramadhan adalah bulan yang ditunggu-tunggu oleh setiap muslim dan muslimat. Selalu ada rasa yang membuncah hebat di dalam dada tatkala akan berjumpa dengan bulan suci ini.

مَنْ فَرِحَ بِدُخُولِ رَمَضَانَ حَرَّمَ اللهُ جَسَدَهُ عَلىَ النِّيْرَانِ

Barangsiapa bergembira dengan masuknya bulan Ramadhan, Allah ta’ala akan mengharamkan jasadnya masuk neraka. Nash riwayat ini disebutkan di kitab Durrat An-Nasihin.

Tentu saja saya juga sangat bergembira dengan datangnya bulan Ramadhan. Seperti mempersiapkan kedatangan tamu agung yang telah lama tidak bertemu. Membersihkan semua sudut rumah agar saat ia datang, kita cukup duduk menemaninya saja tanpa meninggalkannya sedetikpun. Tidak perlu memikirkan rumah yang kotor atau berantakan.

Membuat target-target dalam melewati bulan ini, menyiapkan hati agar bisa menikmati setiap detik yang akan dilalui tanpa kesia-siaan.

Hari ini Ramadhan sudah bergulir di hari ke delapan. Rasanya begitu cepat ia berlalu, begitu saja ia lewat di depan mata. Seolah tak membekas di dalam kalbu. Kemana hati ini terpaut?

Target yang disusun hanyalah sebuah impian yang tak kunjung dikerjakan, sedang waktu tak dapat dihentikan.

Dua malam ini, air mata tak dapat dihentikan setelah selesai mengerjakan shalat tarawih. Adakah lagi kesempatan untuk mengerjakannya di esok hari, pada esok lusa pada tahun depan.

Ramadhan pasti akan meninggalkan kita, ia terus saja berjalan melangkah hari demi hari, tanpa dapat dihentikan. Hingga nanti pada hari terakhir dan ia akan pergi.

Saya selalu merasa sedih saat telah berada di bulan Ramadhan, karena ia pasti akan pergi. Dan tak kan pernah tahu apakah ia akan menemui kita lagi di tahun yang akan datang.

Saat ini, tugas kita hanyalah satu yaitu memanfaatkan kesempatan yang diberikan ini dengan sebaik-baiknya. Melaksanakan ibadah dengan sebanyak-banyaknya. Berbagi dengan seluas-luasanya. Dan membawa oleh-oleh Ramadhan ke dalam bulan-bulan berikutnya.

Semoga sedih ini menjadikan hati semakin terpaut dengan cinta Ilahi Rabbuna. Cinta yang tak berbatas kepada Rabb Azza wajal. Dan menjadi penyemangat untuk terus mendekat menuju Nya.

Amin Ya rabbal alamin

Barakallahu fiikum

Sebamban, Bumi Bersujud.
01 Mei 2020
08 Ramadhan 1441 H

Dhia El Widad.com / Hamni Azmi

0Shares