Sebait Semangat Untuk Bunda

Oleh : Elly Nurmawati lestari Seorang Ibu dan Pendidik SDIT Dhia el widad

Ditengah pandemi yang melanda saat ini, tentunya kita sebagai orang tua memiliki tugas yang ekstra dari biasanya. Jika pada musim sekolah anak berangakat sekolah jam 7 pagi dan pulang ke rumah jam 1 atau jam 2 siang. Mungkin sebagian dari orang tua akan menggunakan waktu itu untuk “me time” entah itu untuk menyelesaikan pekerjaan rumah atau hanya sekedar duduk minum teh sambil menikmati berita selebritis di televisi.

Namun beberapa bulan terakhir ini terutama sosok seorang ibu lebih memiliki peran yang sangat ekstra hampir 24 jam dalam 7 hari dibersamai oleh anak tanpa jeda.

Rasa bosan, penat dan lelah yang sangat memuncak pasti dirasakan. Tak ada lagi waktu untuk “me time” terlebih bagi seorang ibu yang memiliki karir diluar rumah. Tuntutan pekerjaan, tugas rumah tangga, tugas anak-anak di sekolah pasti menguras pikiran, tenaga dan emosional.

Tak jarang bentakan-bentakan keras keluar dari mulut seorang ibu bahkan mungkin tangan yang tanpa sadar melayang ke salah satu bagian tubuh sang malaikat kecil.
Semua itu yang seorang ibu lakukan tanpa sadar. Dan memuncak dalam dirinya. Tanpa disadari pula jutaan sel otak anak mulai putus akibat bentakan itu, hatinya mulai terkikis oleh amarah yang tanpa sadar menular ke malaikat kecil itu.

Bunda, kita memang makhluk Allah yang sudah sangat di istimewakan olehNya, bukankah saat kita mengandung dan melahirkan, sudah melewati berjuta kesakitan yang teramat.

Bukankah kehadirannya sudah kita nantikan dalam panjangnya waktu yang berjalan.

Jangan kita rusak milyaran sel otak yang sedang berkembang itu.
Jangan kita sisakan sedikitpun kenangan yang menyakitkan di alam bawah sadarnya.
karena itu akan menghambat perkembangan sosial maupun perkembangan intelektualnya.

Bukankah kita menginginkan malaikat kecil itu menjadi sosok yang hebat maka kita harus jaga sel-sel otak itu dengan baik. Sirami dengan kasih sayang, perhatian dan kelembutan, karena waktu itu tak akan lama. Paling tidak ketika mereka sudah masuk usia remaja mereka akan mulai asyik dengan kehidupan mereka sendiri, dan kita pun akan merindukan masa anak-anak mereka dimana pada saat itu mereka menganggap hanya kita dunianya.

Kita tak akan pernah bisa memutar waktu, semua tak akan pernah terulang kembali walau hanya 1 detik.

Ayoo Bunda, kita pergunakan masa pandemi ini untuk lebih dekat kepada anak kita, gunakan waktu untuk lebih mengeksplor lagi apa minat bakat mereka, apa yang mereka senangi, apa yang mereka tidak senangi.

Lelah memang, tapi inilah jihad kita sebagai seorang wanita mencetak generasi yang saleh dan salehah.

Insya Allah, Allah akan membalas kita dengan berjuta pahala dan kebaikan, Insya Allah merekalah yang akan menjadi syafaat untuk kita kelak.

Tetap semangat untuk semua Bunda, jika tingkah laku mereka membuat kita jengah.
Tarik nafas dalam kemudian hembuskan dan ingatlah bahwa mereka adalah titipan Allah yang harus kita jaga tanpa melukainya sedikitpun dan jangan lupa untuk selalu bersyukur karena telah memilikinya walau bagaimanapun keadaannya.

Dhiaelwidad.com / Elly Nurmawati lestari S.Pd
Seorang Ibu /Pendidik SDIT Dhia el widad /

0Shares