Ramadhan di Masa Pandemi 2020

Oleh : Hamni Azmi

Datangnya Ramadhan selalu dinanti oleh setiap muslim dan muslimat. Walaupun penantian pada diri setiap orang berbeda-beda.  Ada yang menantikan riuhnya saat ngabuburit,  jalan-jalan menjelang buka puasa,  meriahnya saat bukber yang kadang membuat lupa waktu dan lupa diri. Ada yang merindukan penuhnya shaf-shaf di masjid saat salat tarawih pada sepekan pertama yang kemudian setiap harinya mengalami kemajuan.  Makin maju ke depan karena sudah berkurang jamaahnya. Dan ada juga yang merindukan nikmatnya beribadah di bulan Ramadhan.  Karena setiap perbuatan baik akan dinilai sebagai ibadah, bahkan tidur pun masih lebih baik di bulan puasa ini dari melakukan kesia-siaan apalagi melakukan dosa.

Ramadhan tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.  Ia datang dalam diam,  tak boleh ada yang ngabuburit berkerumun,  tak ada lagi suara riuh anak-anak di masjid mengucap amin saat imam selesai membaca surat Al fatihah. Tak ada lagi buka puasa bersama yang jadi ajang silaturrahmi dan reuni. Tampak tak semarak, bahkan sangat sunyi,  sepi. 

Namun bagi mereka yang hatinya dipenuhi cinta oleh RabbNya,  segala sepi,  segal sunyi,  segala yang tak riuh, akan tetap semarak,  akan tetap membahagiakan di dalam hatinya.

Ramadhan di masa pandemi ini,  bagi kami sekeluarga adalah keberkahan yang Allah limpahkan tiada terkira. Apa pasal?

Karena Ramadhan kami selama 5 tahun terakhir ini,  formasi tidak pernah lengkap. Apalagi tahun kemarin. Ramadhan anak-anak diisi dengan karantina tahfiz. Yang menjadikan mereka tidak pulang ke rumah selama Ramadhan. Begitu pun rencana tahun ini.  Semua anak-anak akan di kirim mengikuti karantina tahfiz selama Ramadhan.

Namun Allah berkehendak lain,  Allah punya rencana terbaikNya. Ia kumpulkan kami dalam nuasa Ramadhan dalam karantina Tahfiz di rumah tercinta.
Selalu ada sisi positif,  selalu ada ibrah apabila kita mau melihat dari sudut pandang yang baik. Karena semua bala yang datangnya dari Allah,  itu hanyalah dalam pandangan manusia saja. Sesungguhnya di hadapan Allah ada sebuah pelajaran yang ingin diaampaikan bagi orang-orang yang berpikir.

Menikmati Ramadhan bersama buah hati yang sudah beranjak remaja. Melaksanakan salat fardu,  taraweh,  tahjud dan menambah hafalan bersama. Adalah kebahagiaan yang tidak tergantikan. Karena tahun depan apakah akan mendapatkan kenikmatan seperti ini lagi. Wallahu a’lam. Hanya Allah yang Maha Mengetahui.

Semoga setiap keluarga yang saat ini sedang berkumpul menikmati kebersamaan terus meningkatkan syukur kepada Allah.  Tanpa abai dengan ketetapan pemerintah dalam menghadapi wabah ini. Agar kebersamaan kita tetap dalam keadaan sehat wal afiat dan menjadi indah untuk dinikmati.

Dan bagi keluarga yang harus menahan rindu karena tidak bisa berkumpul dengan keluarga tercinta. Bersabar adalah pilihan terbaik. Saling mendoakan yang sedang jauh dalam pandangan,  saling menguatkan menjalani perpisahan sementara ini. Semoga Allah selalu menjaga semua keluarga kita di mana pun ia berada.

Terakhir,  Ramadhan akan beranjak meninggalkan kita namun ia pasti akan kembali di tahun berikutnya.  Namun,  kita tidak dapat memastikan apakah diri ini akan bertemu lagi dengan Ramadhan tahun depan.

Mari kita manfaatkan waktu yang diberikan oleh Allah untuk beribadah sesempurna mungkin, walau kesempurnaan hanya milik Allah. Mari berbuat lebih banyak kebaikan mumpung masih ada kesempatan,  dan mari nikmati kebersamaan dengan keluarga tercinta   selama itu masih bisa dilakukan.

Barakallahu fiikum

06 Ramadhan 1441 H
28 April 2020
Sebamban Bumi Bersujud dalam masa wabah Corona

#staysave, helathy,  and at home.

Dhiaelwidad.com/ Hamni Azmi

0Shares