Putus Rantai Penularan Covid Mulai Dari Diri Sendiri Selama Ramadhan

Oleh : Hamni Azmi

Perjalanan covid 19 sudah sampai ke daerah dan pelosok desa. Bahkan sudah sampai ke rumah kita mungkin. Kegalauan, kepanikan mulai muncul pada sebagian kita, namun pada sebagian yang lain masih tenang-tenang saja. “Entah apa yang ada dalam pikirannya. ”

Satu persatu masyarakat mulai dinyatakan positif, petugas kesehatan pun pelan pelan terpapar dengan covid19. Tidak hanya orang dewasa, anak kecil pun sudah mulai ikutan reaktif. Dari yang melakukan perjalanan, cluster, hingga yang hanya di rumah saja pun kini telah terpapar dan bergejala. Apakah ini yang dinamakan “Transmisi lokal”.

Mau menyalahkan siapa, mau ngotot sama siapa, mau curhat sama siapa. Ini sudah yang terjadi di tempat kita. Desa kita. Kita yang telah abai dengan semua aturan. Anggap saja kita yang salah. “Saya yang salah. ” Akui kalau saya salah. Dan perbaiki kesalahan ini dari nol.

Jadikan diri kita sebagai pionir, contoh pemutus rantai penularan terbaik kalau kita mungkin terpapar. Dari mana kita tahu kalau terpapar. Anggap bahwa saat kita keluar rumah, kita telah terpapar virus covid. Dan kita harus putus dengan cuci tangan, mandi dan berganti pakaian. Ada keluarga di rumah yang mereka tidak kemana-mana, namun ujug ujug begejala. Tentu pembawanya adalah orang terdekat di dalam rumah itu.

Ayolah saudaraku, kita ambil bagian masing-masing dalam episode kali ini. Jangan lari dari kenyataan, namun jangan pula sombong memghadapi keadaan.

Ambil bagiannya sendiri, bisa membantu jaga posko. Jagalah namun sesuai dengan SOP keluar rumah. Harus bekerja di luar, keluarlah. Namun kembalilah juga dalam keadaan bersih seperti saat kau pergi. Yang bisa berdiam di rumah, nikmatilah menjadi orang rumahan. Karena kalau nanti harus di karantina di luar sana. Yang paling dirindukan adalah pulang ke rumah.

Dan bagi kawan-kawan yang terpapar, yakinlah bahwa kalian akan sembuh. Patuhi aturan isolasi diri. Jujur melakukan isolasi diri. Tahan dulu 14 hari agar rantai penularan ini putus di kamu. Nikmati masa karantina ini agar lebih dekat dengan Allah. Dekati Allah yang mengahdirkan covid ini ke desa kita.

Tetap semangat, kalian tidak sendiri, ada banyak kami yang akan membantu dan mensupport teman-teman. Kuat ya..

Manfaatkan bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Berbuat yang terbaik sesuai kapasitas kita. Niatkan hanya kebaikan ada dalam hati kita. Agar Allah selesaikan semuanya di bulan ini saja.

Yakinlah bahwa kita akan lalui semua ini bersama, dengan selamat. Insya allah.

Barakallahu fiikum

#staysave#stayhealty#staystrong#stayathome#RamadhanKarim#

Dhia el widad / Hamni Azmi

0Shares