Perjalanan Jiwa

Oleh : Dhia

Pergi, katamu
Terpaku
Kemana harus mengadu?
Tempat ini tak layak bagimu

Tertatih-tatih kuseret langkah
Bersama resah juga gelisah
Berdarah-darah
Tapi berjalan tanpa arah

Bilamana berhenti
Kujeritkan sepi
Hati sudah lama mati
Karena tak lagi berisi

Tersesat tanpa perlindungan
Tak bisa baca bintang sang puan
Tak punya kompas untuk berpegangan
Tersesat tapi tak bertujuan

Kemudian bisik-bisik
Dari angin yang bergemerisik
Saat mentari tak lagi terik
Singgah kala jiwa paceklik

Berjalanlah pada remah-remah putus asa
Lalu dekap ia segala
Asa kan membakar layaknya bara
Dan kau temukan tenang dalam jiwa

Tenang tak menunggu senja dan petang
Tenang bukan kadang-kadang
Tenang adalah tenang
Boleh rasakan dalam remang-remang

Dhiaelwidad.com / Dhia

0Shares