Menggapai Ridho Allah


Oleh : Rosda Liani

Setiap orang tentu ingin bahagia. Namun, kebanyakan definisi bahagia diartikan sebatas memiliki harta yang banyak, wajah rupawan, jabatan tinggi, keluarga yang lengkap serta bisa terpenuhinya segala kebutuhan. Sehingga berbagai cara dilakukan untuk memperolehnya. Bagi sebagian orang juga menganggap bahagia itu hanyalah khayalan, sehingga ia bertindak untuk pemuasan hawa nafsu. Jika nafsu itu terpenuhi, ia merasa puas dan bahagia meski sesaat.

Ketika seorang hamba ridho dengan ketetapan dari Allah, sabar ketika ditimpa ujian dan bersyukur atas nikmat yang diberikan, maka itulah sebab utama kebahagiaan.

Islam mengajarkan kita agar bisa meraih bahagia yang hakiki dengan ridho Allah, baik itu kebahagiaan duniawi maupun ukhrowi. Jalan untuk menggapai ridho Allah adalah ikhlas menerima dengan sepenuh hati segala ketentuan Allah. Menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan Allah sesuai dengan syariat. Inilah yang akan membuat kita ridho atas apapun yang Allah berikan, baik itu berupa nikmat atau ujian.

Sebagaimana firman Allah dalam. QS. At-taubah :72 yang artinya. “Allah menjanjikan orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan (akan mendapat) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan (mendapat) tempat baik di surga ‘Adn. Dan keridhaan Allah lebih besar. Itulah kemenangan yang agung.”

Tentu perlu pembiasaan, perjuangan dan pengorbanan. Belajar menerima takdir yang menimpa diri. Semoga Allah meridhoi segala amal kebaikan yang kita kerjakan hingga bernilai pahala … Aamiin Yaa Rabbal Alamiin.

Wallahu a’lam bishowab

Dhiaelwidad.com/ Rosda Liani (Pendidik SDIT Dhia el widad)

0Shares