Kumandang Keagungan

Oleh : Masayu Pendidik SDIT Dhia el widad

اَللهُ اكبر, اَللهُ اَكْبَرُ , اَللهُ اَكْبَر

لاَ اِلهَ اِلا اللهُ هُوَ اللهُ اَكْبَرُ , اَللهُ اَكْبَرُ وَ لِلهِ الْحَمْد

Ramadan beranjak pergi
Maha suci Allah SWT, segenap syukur kepadaNya akan kehadiran tamu istimewa yakni bulan suci Ramadan 1441 H yang penuh kenangan. Wabah melanda bumi mengharuskan aktifitas sebagian besar di rumah termasuk ibadah seperti salat tarawih.


Melihat juz 20 dalam Al-Qur’an, pada penghujung QS. An-Naml ayat 60-64 terdapat kalimat berulang sebanyak lima kali yakni … ءَا اِلهٌ مَعَ اللهِ
(Baca: Aa ilaahum ma’aAllah ) bermakna

“Apakah di samping Allah ada Tuhan (yang lain) ?”

Tidak, tentu tidak jawaban tegas orang beriman.
Pesona harta dan tahta duniawi mampu melemahkan keimanan, Astaghfirullah. Tahta membuat individu angkuh dengan kedudukan seolah memaksa semua untuk tunduk dengan keputusannya. Melalui kewenangan membuka peluang bertindak sewenang-wenang bersama kekayaan/ materi.

Sebagaimana kisah Fir’aun sampai mengaku dirinya sebagai Tuhan, namun berkat kuasaNya ia pun ditenggelamkan dengan tongkat Nabi Musa AS, yang membelah lautan.

Momentum Ramadan membangun kebersamaan peduli terhadap sesama, giat beribadah, berpuasa menahan lapar dan dahaga serta melawan hawa nafsu. Saling membantu/berbagi/ bersedekah dan menumbuhkan benih kebaikan lainnya. Sudahkah kita menjadi Ayah atau Ibu yang baik buat sang buah hati? Supaya kebaikan menularkan kebaikan pula.
QS. An-Naml ayat 62, artinya …”Sedikit sekali (nikmat Allah) yang kamu ingat.”
Sungguh begitu melimpah karuniaNya dan menjadikan manusia untuk lebih banyak bersyukur. Bulan penuh berkah ini mengingatkan hambaNya bahwa tempat teraman dan ternyaman adalah rumah sebagai peletak awal, fondasi utama ketangguhan generasi takwa.

Syawal akan tiba
Siang dan malam adalah kehendakNya merangkai kehidupan. Spirit Ramadan beranjak pergi, kerinduan makhlukNya selalu merindukan kehadiran bulan Ramadan kembali, menyirami jiwa yang gersang berpacu mengharap mardhatillah (keridaan Allah). Kekompakan keluarga untuk sahur dan menyiapkan buka bersama serta melatih anak-anak perlahan untuk berpuasa.
Suara takbir akan berkumandang, memanjatkan keagunganMu tak ingin rasanya berpisah dengan bulan Ramadan. Akan tetapi hidup akan terus berjalan, Syawal pun tiba, lebaran bersama keluarga tercinta. Allah Maha besar, tiada Tuhan selain Allah dan segala puji hanya bagi Allah.

Taqabalallahu minna wa minkum.

Dhiaelwidad.com / Masayu Pendidik SDIT Dhia El Widad Penulis “Muitiara Makna Surah” di group wa orangtua PAUD dan SDIT Dhia El-Widad
Sabtu, 30 Ramadan 1441

0Shares