Karantina Tahfiz Ramadha n

Oleh : Hamni Azmi

Ramadhan tahun lalu, saya berniat ingin ikutan karantina tahfiz seperti anak pertama saya. Walau itu masih hanya berupa getaran hati. Rupanya si Dad membaca keinginan itu.

Tiba-tiba Beliau bilang, “Kalau Hamni mau ikut karantina tahfiz tahun depan, ikut aja sama anak-anak semua. Aku di rumah aja, biar kerja. Nanti kita gantian karantina tahfiz. ”

“Masya Allah tabarakallah, beneran Mas? Gapapa Mas sendirian di rumah selama Ramadhan? “Dan Beliau meyakinkan saya, bahwa Beliau akan baik baik saja.

Saya sudah mengatur agar semua pekerjaan di yayasan selesai pada bulan sy’ban. Sebelum saya memasuki karantina.

Tiba-tiba wabah ini hadir diantara kita semua. Rencana mengikuti karantina di tempat yang kami tentukan (tempatnya berada di ibukota provinsi, sekitar 6 jam perjalanan). Rencana itu tidak bisa dilaksanakan.

Apakah saya sedih, tidak. Saya malah takjub dengan rencana Allah. Karena Allah menjadikan semua rumah menjadi tempat karantina bersama keluarga. Anak-anak yang belajar di pesantren satu persatu pulang berkumpul bersama kami.

50 hari bersama tentu tidak boleh disia-siakan hanya dengan berleha-leha (kasian nanti Mba Leha). Saya dan suami bersama anak-anak melakukan rapat jelang Ramadhan. Mau dibawa kemana Ramadhan kali ini.

Dan kami pun sepakat, bahwa Ramadhan di masa ini, akan diisi dengan “Karantina Tahfiz Bersama”.

Luar biasa Allah mengaturnya untuk kami. Melakukan kegiatan tahfiz bersama, aktifitas bersama dan beribadah bersama. Masya allah tabarakallah.

Kurikulum dan target capaian masing-masing sudah ditetapkan. Tinggal eksekusi. Semoga dimudahkan.

Saya pernah punya keinginan untuk mengikuti karantina tahfiz bersama anak-anak, ada rasa sumringah, bersemangat. Namun di sisi lain, harus berpisah dengan belahan jiwa. Meninggalkan beliau sendirian menjalani Ramadhan di sini.

Dan Allah memberikan solusi atas kegalauan saya. Kehadiran virus korona di antara kita. Mewajibkan semua untuk karantina di rumah, stay at home. Keadaan ini harus dimanfaatkan sebaik baiknya. Dan Karantina tahfiz adalah jawaban yang paling tepat untuk kami sekeluarga. Karantina bersama seluruh keluarga dengan Alqur an.

Sambut Ramadhan Karim dengan semangat kebahagiaan. Ada rasa yang membuncah di dalam dada, luapan kegembiraan. Semoga Allah mudahkan kami dalam menjalani karantina tahfiz keluarga ini. Dan memudahkan semua kawan-kawan juga dalam menjalani ibadah Ramadhan dalam masa pandemic ini.

Selalu cari sisi positif, hikmah, ibrah, kebaikan dari setiap kejadian yang menimpa kita. Pasti Allah punya rencana terbaik.

Selamat menjalani puasa Ramadhan, saya dan keluarga mohon maaf lahir atas segala tulisan yang mungkin kurang berkenan di hati kawan semua. Tetap di rumah dan tetap sehat bersama keluarga tercinta.

Barakallahu fiikum

RumahMediaGrup/HamniAzmi

Dhiaelwidad.com/HamniAzmi

0Shares