Kapan Corona Akan Berakhir?

Oleh : Hamni Azmi

Pertanyaan yang gampang-gampang sulit dan sulit-sulit gampang.

Secara teori tentu kalau kurva peningkatan kasus covid ini mencapai puncak maka sunnatullah akan menurun juga kurvanya.

Namun pertanyaannya sekarang kapan kurva itu akan mencapai puncak.
Apakah dalam waktu dekat, atau masih lama?

Apabila melihat keadaan negara kita saat ini, yang telah kehilangan kepercayaan kepada pemangku kebijakan, melihat tenaga medis yang sudah mulai lelah menangani kasus apalagi melihat banyak yang masih abai dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Hal ini menjadikan ada sisi hati yang pesimis, meragukan apakah Indonesia mampu melewati semua ini dengan sukses.

Namun rasa ragu dan pesimistis ini tidak boleh berlarut-larut tumbuh dalam diri. Karena hal itu akan mematikan semangat hidup.

Kita sudah mendengar keluhan para nakes dengan slogannya “Indonesia Terserah” atau juga masyarakat yang benar-benar mengikuti protokol kesehatan. Tiba-tiba dipatahkan hatinya karena aturan yang tidak jelas, berubah-ubah bahkan terkesan seperti tidak peduli lagi dengan rakyat.

Sakit hati, patah hati, mengeluh itu sunnatullah, wajar. Karena memang sudah lelah, jenuh dan entah kata apa lagi yang pantas diucapkan.

Namun, kita harus kembali bertafakkur. Semua ini bukan karena inginnya siapa-siapa. Melainkan karena inginnya Allah Azza Wajalla.

Allah ingin memberikan pelajaran yang luar biasa kepada ummat manusia, memperlihatkan siapa saja orang yang punya hati, dan yang tidak. Yang mampu memberi, melindungi atau hanya membiarkan saja. Siapa kawan kita dan siapa yang tak bersama kita.

Allah membuka mata yang mau mengerti bahwa begitu berharganya satu hirupan napas yang diberikan secara cuma-cuma namun kita abaikan selama ini.
Banyak ibrah yang Allah ingin sampaikan kepada kita yang mau kembali bertafakkur.

Setelah itu, kita susun strategi lagi, memperbaharui niat kembali, melakukan seperti yang diperintahkan Allah menjaga kebersihan diri, kebersihan lingkungan. Sering berwudhu, dan prtokol kesehatan lain yang bersesuaian dengan pemutusan rantai covid ini.

Dalam
surat Ar Ra’du ayat 11
disebutkan bahwa

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا۟ مَا بِأَنفُسِهِمْ ۗ

Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”

Dari ayat di atas bila kita konversikan dengan keadaan saat ini.
Apabila kita tidak berusaha untuk melakukan perlawanan, tidak melakukan usaha pencegahan, tidak memutus rantai penularan corona, abai dengan protokol kesehatan yang berlaku. Maka kita tidak akan pernah bisa lari dari kejaran si Corona ini. Bisa-bisa nanti akan hidup berdampingan terus dengan si Corona. Nauzubillahi min zaalik.

Namun sebaliknya apabila kita berusaha seoptimal mungkin untuk mengatasi corona ini dari semua pihak, dari pemerintah yang tegas memberikan amanat, para medis yang bekerja dengan rela hati, para dermawan yang berbagi dengan terdampak pandemi dan semua kita rakyat yang mau menjaga diri sendiri juga keluarga.

Maka corona ini akan dapat berakhir dengan segera. Insya allah.

Itulah yang dinamakan usaha merubah keadaan sebagaimana yang termaktub di dalam surat di atas.

Mari semua kita, menjadi agent dalam perubahan agar kita mampu menjadi pemenang dalam melawan virus corona ini. Mulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang termudah dan mulai dari sekarang.

Semoga Allah melihat ini sebagai usaha terbaik kita untuk memperbaiki keadaan di Indonesia. Dan Allah segera angkat wabah ini dari negeri kita tercinta.
Amin Ya Rabbal alamin

Barakallahu fiikum

Dhiaelwidad.com / Hamni Azmi

0Shares