Generasi

Oleh : Samsudin Fajri. Pendidik SDIT Dhia El Widad

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang di tunggu-tunggu oleh banyak umat muslim di dunia termasuk di Indonesia.
Bulan di mana banyak keberkahan dan ampunan yang diberikan bagi yang bertaubat. Bulan dimana setiap orang beriman berlomba-lomba untuk melakukan kebaikan dan beribadah kepada Allah swt.

Namun tidak sedikit pula yang menyia-nyiakan bulan Ramadhan untuk hal-hal yang tidak bernilai ibadah di sisi Allah swt.

Penulis hanya ingin menyoroti prilaku sosial para pemuda saat ini yang berbarengan dengan pandemik virus corona.

Begitu banyak prilaku mereka mengikuti pola hidup kelelawar. Pada saat malam hari berkumpul (nongkrong) sampai waktu sahur, dan pagi hingga siang hari masih tertidur pulas. Kemudian di sore hari bergerombol menggunakan kendaraan roda dua sambil kebut-kebutan menunggu bedug magrib (ngabuburit).

Fenomena sosial ini terus berulang setiap bulan Ramadhan berikutnya.

Penulis merasa ada yang salah dengan keadaaan dan prilaku pemuda muslim utamanya pada saat ini. Banyak pertanyaan yang mengemuka di dalam pikiran.

Apakah sistem pendidikan kita ada yang salah?
Apakah pendidikan keluarga Indonesia ada yang kurang tepat?
Dan apa yang dapat dilakukan untuk mengubah semua ini?

Inilah sebagian fenomena pemuda atau remaja saat ini yang harus sama-sama kita perbaiki.
Agama dan bangsa ini telah banyak memberikan contoh, begitu banyak pemuda dari generasi ke generasi memiliki peran yang besar dalam kemajuan peradaban, bahkan menjadi tonggak perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Kita ingin memiliki generasi yang agamis, kuat, dan berintelektual tinggi, untuk mengarungi persaingan global. Karena hanya mereka yang benar-benar disiapkan dari sekarang yang akan mampu bertahan dan menjadi pioner perubahan baik bagi keluarga, masyarakat, bahkan bangsa dan negara tercinta Indonesia.

Oleh karenanya, mari kita perbaiki dari lingkungan terkecil terlebih dahulu yaitu keluarga. Pendidikan di lingkungan keluarga menjadi titik pertama yang harus dibenahi.

Mari Ayah Bunda, berikan keteladanan bagi anak-anak kita agar mereka terbiasa dengan perilaku yang baik, memanfaatkan waktu sebaik mungkin, memberikan tanggung jawab sesuai kemampuan mereka dan yang utama ialah membiasakan mereka melaksanakan kewajiban sebagai seorang hamba Allah sejak dini.

Dhiaelwidad.com / Samsudin Fajri

Pendidik SDIT Dhia El Widad

0Shares