Berkah Dhia El Widad dalam Hidupku

Oleh : Eni Muryanti
Pendidik Paud Islam Terpadu Dhia El Widad

Tahun 2008 aku hijrah ke pulau Kalimantan mengikuti suami . Jalan hidup yang menjadi takdir dan tidak pernah terbayang sebelumnya di pikiran, untuk menetap di pulau seribu sungai.

Hari-hari kulalui seperti ibu-ibu pada umumnya, namun rasa jenuh mulai menghampiri hati. Hingga suatu ketika aku mendapat tawaran dari seorang teman, untuk bekerja di sebuah lembaga pendidikan bernama Dhia El Widad.

Karena kecintaanku pada anak-anak dan untuk mengisi waktu luang, ada keinginan untuk menyetujui ajakannya, namun ternyata jalan untuk mewujudkan keinginan itu tidaklah mudah.

Aku harus berjuang untuk mendapatkan izin dari suami. Mulai dari musyawarah sampai harus bernegosiasi, hingga akhirnya izin itu pun aku dapatkan. Alhamdulillah.

Hari-hari kulalui dengan kesibukan baru menjadi pendidik dengan bahagia. Dengan imbalan yang aku terima Rp. 250.000,-/ bulan, yang Rp. 200.000,- aku tabung dan yang Rp. 50.000,- kugunakan untuk membeli barang yang diinginkan.

Dengan penghasilan seperti itu tentunya membuat banyak orang menyuruhku berhenti dan bekerja menoreh karet, karena hasilnya lebih banyak dan tidak perlu susah payah membuang ingus anak, dan membersihkan kotoran anak.

Sebagai informasi bahwa mata pencaharian masyarakat di desaku ini adalah sebagai petani karet, cukup bekerja hanya beberapa jam, banyak waktu luang dan hasilnya cukup menjanjikan.

Namun semua itu tidak menggoyahkan keinginanku untuk tetap bergabung di Yayasan Dhia El Widad, karena yang ada dalam pikiranku saat itu, tidak apa-apa hasil sedikit yang penting berkah.

Tidak terasa kini kurang lebih 12 tahun aku bersama Dhia El Widad. Waktu yang tentunya tidak sebentar, banyak sekali suka dan duka yang telah dilalui, dan banyak sekali perubahan yang aku rasakan dalam hidupku.

Sesuai dengan firman Allah dalam Al Qur’an surah Ar-Ra’ad ayat 11 bahwasanya,

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum kaum itu sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka”.

Dhia El Widad bukan saja tempat untuk bekerja, namun juga jalan bagiku mendapatkan hidayah menjadi insan yang lebih baik, tempat aku menimba ilmu, tempat aku berkarya, tempat aku bertemu malaikat-malaikat kecil, tempat aku bertemu keluarga dan teman yang selalu ada dalam suka dan duka.
Semoga jalinan ukhuwah kami tetap abadi sampai ke surga.
Aamiin ya rabbal alamin.

Kini uang Rp. 200.000 yang dulu aku sisihkan setiap bulannya sudah menjadi tanaman karet yang hasilnya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup kami sekeluarga setiap bulannya.

Sekarang aku juga sedang menempuh perkuliahan di semester akhir, semua biaya kuliah yang aku keluarkan berasal dari Dhia El Widad.

Cita-citaku sejak kecil untuk bisa kuliah dan menjadi sarjana sebentar lagi akan terwujud berkat Dhia El Widad.

Allahu Akbar.
Allahu Akbar.
Allahu Akbar.

Setiap kejadian yang kita lalui dalam hidup ini tidak ada yang kebetulan, semua sudah diatur oleh Allah SWT. Kita sebagai manusia hanya bertugas untuk berdoa dan berusaha sedangkan hasil akhir, kita serahkan kepada Allah yang Maha Kuasa.

Semoga kisahku ini dapat menjadi motivasi buat teman-teman, khususnya yang baru bergabung di Dhia El Widad, untuk memanfaatkan kesempatan sekecil apapun dengan ihlas dan sungguh-sungguh. Karena tidak ada yang tahu rencana besar apa yang sudah Allah siapkan untuk kita.

Barakallah Fiikum wa baroka alaikuma.

Dhiaelwidad.com / Eni Muryanti
Pendidik Paudit Dhia el widad

0Shares