Ayo Bangkit Ayah Bunda

Oleh : Hamni Azmi

Berita terakhir yang beredar bahwa tahun ajaran baru 2020/2021 akan tetap dimulai pada 13 Juli 2020. Namun proses pembelajarannya dilaksanakan di rumah. Siswa tetap di rumah bersama Ayah Bunda. Dan guru berada di sekolah atau di rumah untuk melaksanakan pembelajaran.

Empat bulan sudah proses pembelajaran di rumah dilaksanakan. Pasti banyak orang tua yang mungkin merasa tidak tahan lagi menemani anaknya belajar di rumah. Atau mungkin banyak juga yang merasa nyaman dan menikmati proses pembelajaran di rumah bersama anak tercinta.

Dan dari beberapa hasil survey yang saya lihat terkait dengan proses belajar pada tahun ajaran di masa pandemik ini. Ada beberap kategori harapan dari orang tua yaitu :

  1. Segera kembali ke sekolah pada awal tahun ajaran.
  2. Melakukan pembelajaran secara shift atau bertahap, dan
  3. Melanjutkan pembelajaran di rumah sampai wabah berakhir.

Kalau Anda termasuk yang no berapa Ayah Bunda?

Wabah ini hadir bukan tanpa meninggalkan hikmah.
Ia hadir sebagai bagian dari perjalanan hidup kita bukan tanpa tujuan.
Pasti ada ibrah yang ingin diperlihatkan Allah kepada kita.

Salah satunya adalah mengembalikan fitrah orang tua sebagai pendidik, bagi putra putrinya.
Membangkitkan semangat otangtua untuk mengajari anak-anaknya dengan semaksimalnya.

Mungkin selama ini, kita telah menyerahkan sepenuhnya tugas sebagai pendidik kepada para guru di sekolah.

Hingga tak jarang kita mengemukakan statement. “Kalau sama gurunya anak saya nurut, tapi kalau dikasih tahu Ibunya susahnya minta ampun.” Begitu kira-kira ya..

Bahkan mungkin tidak jarang gurunya lebih dekat dengan anak kita.

Atau kita yang berprofesi sebagai seorang guru lebih dekat dengan anak didik dibandingkan dengan anak sendiri.
Waduh, gimana nih belepotan saya nulisnya.
Tapi bener ga sih keadaan yang saya tulis di atas? Bisa bener, bisa juga bener banget ya..

Nah pada saat pandemik ini, qadarullah seluruh proses pembelajaran dilaksanakan dari rumah. Baik guru maupun siswa. Dan tentu saja sangat melibatkan bantuan dari orangtua untuk mendampingi anak-anaknya.

Guru tidak akan bisa melaksanakan proses pembelajaran tanpa kearifan, kerelaan orang tua untuk Meminjamkan hp-nya kepada si anak. Mendampingi, membantu, mengajari dan mendokumentasikan kegiatan si anak.

Qadarullah, Allah ingin mengembalikan fungsi keluarga sebagai sekolah pertama bagi anak anak kita. Allah ingin orangtua bangkit memberikan pendidikan secara langsung dan keseluruhan kepada anak-anaknya. Tugas yang selama ini dipercayakan kepada guru, dikembalikan kepada orangtua untuk dilaksanakan semaksimalnya agar hasilnya pun maksimal.

Tidak ada hal yang tidak baik dan salah apabila kita mau melihat dari sisi yang berbeda.

Ayo Ayah Bunda kita jadikan diri sebagai pendidik terbaik bagi putra putri kita. Karena orangtua yang hebat adalah guru yang tepat bagi anak-anak kita.

Dhiaelwidad.com / Hamni Azmi

0Shares