Aku Sih Terserah

Oleh : Hamni Azmi

Sejak kecil saya mempunyai mimpi agar menjadi orang yang bemanfaat. Dengan Motto hidup sejak zaman masih imut banget saat berseragam merah putih. Motto yang menurut saya sangat berpengaruh pada kehidupan yang dijalani.


“Hidup Sekali Hidup Yang Berarti”

Setelah melewati hari ke 15.301 kehidupan (berapa tahun ya), ternyata sebagaimana motto yang disematkan hati, ya seperti itulah hidup ini akan berjalan.
Selalu saja Allah arahkan langkah kaki untuk membuka jalan kebermanfaatan. Walau dalam keterbatasan, walau dalam keadaan susah maupun senang.

Makin bertambah hari yang dilewati makin paham manfaatnya prinsip hidup, niat hidup. Apabila baik niat kita, maka jalan kebaikan akan juga dibukakan oleh Allah. Dan apabila jelek niat kita, tanpa prinsip hidup yang jelas, menjalani kehidupan hanya seadanya, kalau orang Banjar bilang “satatayuhnya haja” sekenanya aja. Tentunya Allah pun akan memberikan balasan yang “satatayuhnya jua”, sesuai dengan apa yang kita usahakan.

Bahkan seorang pencuri, perampok dan koruptor sekalipun, yang jelas-jelas pekerjaan ini dibenci oleh Allah dan manusia, mereka saja punya prinsip hidup, selalu mempersiapkan setiap rencana dengan sematang mungkin.

Begitu pun tentunya dengan kita sebagai ummat yang mempunyai niat baik, pekerjaan yang halal, mempunyai mimpi yang besar. Kenapa tidak mengusahakan yang terbaik agar kita juga pantas mendapatkan yang terbaik dari Allah.

Mimpi yang besar, niat yang baik, hidup dengan prinsip yang jelas adalah modal awal menuju sebuah kesuksesan. Karena Allah akan perjalankan kita melalui jalan terbaik menuju kesuksesan. Insya allah ga akan susah menjalaninya karena Allah akan membimbing kita melalui setiap episodenya.

Karenanya, yuk kita perbaharui niat, secara berkala. Perbaharui niat lagi, sempurnakan niat lagi. Yang kadang digoda oleh syaiton dan kawan-kawannya. Ingat ya.. Mahluk Allah yang memiliki prinsip paling kuat adalah iblis. Ia konsisten sampai akhir zaman akan terus menggoda yang namanya manusia agar menjadi pengikutnya.

Dan apabila niat selalu diperbaharui untuk menjadi semakin baik, lalu mau apa lagi. Ya… Saya sih “TERSERAH” Allah saja lagi. Mau diarahkan kemana langkah kaki ini, menuju kebaikan yang mana yang paling tepat untuk saya jemput. Karena Allah pasti sudah memilihkan yang paling pas untuk diri kita masing-masing.

Kesimpulannya, kita sebagai manusia ciptaan Allah harus memiliki mimpi, memiliki niat yang baik, memiliki motto hidup yang jelas, dan mengusahakan yang terbaik seoptimal mungkin. Selanjutnya “TERSERAH” ALLAH MAU DIJALANKAN KEMANA HIDUP KITA.

Barakallahu fiikum

Dhiaelwidad.com / Hamni Azmi

Hamniazmielwidad.wordpress.com/ Hamni Azmi

0Shares